Rabu, 25 Desember 2013

Sakit

Kamu semua tau rasanya sakit hati. Kamu semua mungkin pernah merasakannya lebih dari apa yang aku rasain sekarang. Aku mencintai seseorang yang mungkin iya mencintaiku. I never know. He’s just told me he’s love me,more than anything. Begonya aku yang mudah percaya dengan rayuannya. Tapi percayalah, tatapan matanya meyakinkanku sangat dalam jatuh lebih dalam dibayang-bayang cinta. Aku udah jatuh lebih dalam dari apa yang kamu beri ke aku selama ini. Kamu berhasil buat aku jatuh cinta ke kamu. Aku cinta mati ke kamu. Tapi, kamu malah menyia-nyiakan aku. Cinta kita, cerita kita, semua yang kita buat dari awal sangat indah. Kamu sakitin aku, kamu kembali minta kesempatan, lalu pergi lalu kembali. Aku capek nungguin kamu, terus lupain kamu, aku capek. Aku gabisa kaya gini terus. Selama ini aku tau, aku kalah sama perasaanku yang konyol ini. Aku bego. Aku cinta buta ke kamu. Sosok yang seharusnya gak aku perjuangkan di cerita ini. Kamu buat aku sakit, lebih dalam sekarang. I don’tknow why , i’m still love you. I just did.

Senin, 23 Desember 2013

Putri Kartini Holiday !

Let me introduce The Girl's ! :D
Foto Bawah
Dari kiri : Me , Bunga , Ayu , Anne , Aura
Bawah : Shella



Rabu, 20 November 2013

JFW 2013 GRAZIA GLITZ AND GLAM (Fashion Show)

JFW 2013 by Ivan Gunawan (Fashion Show)

Mungkin , Aku Terlalu Banyak Berharap

copied from dwitasaridwita
Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku. Tak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.

Aku menjadi takut kehilangan kamu. Siksaan datang bertubi-tubi ketika tubuhmu tidak berada di sampingku. Kamu seperti mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab yang tak kumengerti sedikitpun. Aku sulit jauh darimu, aku membutuhkanmu seperti aku butuh udara. Napasku akan tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mata. Salahkah jika kamu selalu kunomorsatukan?

Tapi... entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku. Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapan matamu tak setajam tatapan mataku. Adakah kesalahan di antara aku dan kamu? Apakah kamu tak merasakan yang juga aku rasakan?

Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku, karena kamu memang tak pernah sibuk memikirkanku. Berdosakah jika aku seringkali menjatuhkan air mata untukmu? Aku selalu kehilangan kamu, dan kamu juga selalu pergi tanpa meminta izin. Meminta izin? Memangnya aku siapa? Kekasihmu? Bodoh! Tolol! Hadir dalam mimpimu pun aku sudah bersyukur, apalagi bisa jadi milikmu seutuhnya. Mungkinkah? Bisakah?

Janjimu terlalu banyak, hingga aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati. Begitu sering kamu menyakiti, tapi kumaafkan lagi berkali-kali. Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu. Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus namun kau hempaskan dengan begitu bulus. Seberapa tidak pentingkah aku? Apakah aku hanyalah persimpangan jalan yang selalu kau abaikan – juga kautinggalkan?

Apakah aku tak berharga di matamu? Apakah aku hanyalah boneka yang selalu ikut aturanmu? Di mana letak hatimu?! Aku tak bisa bicara banyak, juga tak ingin mengutarakan semua yang terlanjur terjadi. Aku tak berhak berbicara tentang cinta, jika kauterus tulikan telinga. Aku tak mungkin bisa berkata rindu, jika berkali-kali kauciptakan jarak yang semakin jauh. Aku tak bisa apa-apa selain memandangimu dan membawa namamu dalam percakapan panjangku dengan Tuhan.

Sadarkah jemarimu selalu lukai hatiku? Ingatkah perkataanmu selalu menghancurleburkan mimpi-mimpiku? Apakah aku tak pantas bahagia bersamamu? Terlau banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku mencintaimu yang belum tentu mencintaiku. Aku mengagumimu yang belum tentu paham dengan rasa kagumku.

Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kauletakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?

Mungkin... semua memang salahku. Yang menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman. Salahkah jika perasaanku bertumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagi teman, tapi juga sebagai seseorang yang bergitu bernilai dalam hidupku.

Namun, semua jauh dari harapku selama ini. Mungkin, memang aku yang terlalu berharap terlalu banyak. Akulah yang tak menyadari posisiku dan tak menyadari letakmu yang sengguh jauh dari genggaman tangan. Akulah yang bodoh. Akulah yang bersalah!

Tenanglah, tak perlu memerhatikanku lagi. Aku terbiasa tersakiti kok, terutama jika sebabnya kamu. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri. Dan, kamu pasti tak sadar, aku berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.

Menjauhlah. Aku ingin dekat-dekat dengan kesepian saja, di sana lukaku terobati, di sana tak kutemui orang sepertimu, yang berganti-ganti topeng dengan mudahnya, yang berkata sayang dengan gampangnya.


I Love Them










Whulandary Herman (Miss Universe 2013)

Rabu, 13 November 2013

I LOVE MY JOB

I LOVE MY JOB








Cinta Tiada Ujung

Part  I
Kisah Kenzia bermula dari “PASKIBRA”.  Kenzo tanpa pesona apapun mengagumi Kenzia diam-diam sampai suatu hari dia berhasil mencuri hatinya , perhatiannya , parahnya semuanya. Kenzia gak pernah nyangka kalau Kenzo akan menjadi sangat terpenting dalam hidupnya. Kenzo tidak terlalu ganteng (standart) , dia tidak begitu tinggi , dia mempunyai senyum manis , tatapan mata yang tajam (jadi,kalo bohong kita gak pernah tahu) , dia sempurna buat Kenzia , dia apa adanya , dia perokok , dia yang Kenzia mau. Kisah mereka gak berjalan mulus , kisah mereka makan manis pahitnya , kisah mereka sama seperti kisah lainnya. Kenzia mencari Kenzo kerumahnya setiap pulang sekolah , karena dia bolos sekolah dan hampir berjalan berminggu-minggu , hingga akhirnya mereka pun berpisah. Eits , pisah sekolah maksudnya. Seperti yang kita tahu , mana kuat , mana bisa , mana sanggup , dan mana tahan sih LDR (Long Distance Relationship). Tapi di usia mereka yang masih di kategorikan dalam “cintanya anak smp” ga mungkin banget. Yups , benar. Mereka ga bertahan lama setelah perselingkuhan antara Kenzo dan Dya terungkap. Belum putus , karena Kenzia dengan besar hati memaafkan. Tapi , kepercayaannya sudah tidak seperti semula. Lagi-lagi , gak berselang berapa lama , Kenzo mutusin Kenzia karena si Kenzo punya gebetan baru. Adek kelasnya yang namanya Cici. Yaudah mereka “END” gak bener-bener end sih. Tapi sekarang mereka mempunyai pasangannya masing-masing. Kenzia dengan anak yang selama ini mengaguminya dari jauh. Sedangkan Kenzo tidak dengan Cici tapi sama “Sahabat”nya dan dia satu sekolah dengan Kenzia. Gak gila gimana , gak kaget gimana , gak sakit gimana si Kenzia. Dan si Harum pacarnya Kenzo , fine-fine aja , gak ada rasa sungkan , malu , muka dua , kulit badak ke Kenzia. OK , Kenzia gamau ambil pusing , so just let it flow ! Hampir 2 bulan hubungan Kenzia , tiba-tiba... Kenzo hadir lagi , melalui pesan textnya dia curhat tentang hubungannya. Kenzo pengen putus sama si Harum karena katanya gak ada kecocokan. Tapi , Kenzia malah semangatin Kenzo untuk bersabar , karena semua butuh proses. Intinya Kenzo berusaha mengambil hati Kenzia lagi...

-Bersambung-

Selasa, 12 November 2013

"KITA"

Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan , seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan. Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun. Cinta ini sudah ditempat yang seharusnya , diruang hatimu dan hatiku. Aku ingin kau tahu , diam-diam , aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan ; "Aku ingin hari depanku selalu bersamamu" Aku mencintaimu selalu... Dan mereka tak perlu tahu...

Rama dan Tanya

rama dan tanya

Senin, 26 Agustus 2013

Rencana Tuhan Tentang Aku , Kamu dan Dia



Hari ini, lagi-lagi kudapati kau tersenyum menatapku diam-diam. Aku tahu, sedari tadi yang kau perhatikan bukan guru di hadapanmu, tapi aku. Aku yang duduk tak jauh di belakangmu. Aku yang sesekali mengalihkan pandanganku dari guru hanya untuk memperhatikanmu. Aku yang kau senyumi beberapa kali hari ini.
Tiga tahun aku pendam perasaan ini. Aku ingin tertawa mengingat waktu yang ku gunakan untuk menyukaimu dalam diam. Aku ingin menangis mengingat semua yang sudah ku lakukan demi menginginkanmu dekat denganku. Aku dulu seperti orang bodoh. Seperti orang gila. Ya! Memang kenyataannya gila. Aku tergila-gila padamu. Sungguh, ini sangat di luar logika.
Aku punya banyak cara untuk mendapatkan semua informasi tentang dirimu yang masih misteri bagiku. Aku melakukan hal bodoh itu cukup lama. Mengagumimu hanya dari jauh, tanpa punya satu saja alasan untuk mendekatkan diriku padamu.
Aku, ternyata terlalu naif mengira dirimu akhirnya bisa luluh padaku. Beberapa kali aku kau bawa terbang tinggi. Tapi ternyata kau membawaku terbang hanya untuk menjatuhkanku. Termasuk hari ini, saat kau tersenyum padaku. Tak dapat kulukiskan dengan jelas perasaanku hari ini. Ingin rasanya membalas senyumanmu. Tapi aku takut terjatuh lagi. Pada akhirnya aku hanya bisa mengalihkan pandanganku. Aku hanya bisa mengacuhkanmu.
Bagaimana tidak? Detik ini, menit ini, kau milik seseorang. Seorang gadis cantik. Adik kelas kita. Pintar. Memesona. Sangat berbeda denganku. Sangat standarmu. Sangat serasi denganmu.
Beberapa kali aku memergoki kalian bertemu di luar jam pelajaran. Kalian sungguh serasi. Cantik dan tampan. Kalian meninggalkanku dalam tangis yang kusimpan sendirian.
Aku tau, aku sadar sepenuhnya. Aku tak akan mungkin bisa bersanding denganmu. Lalu, apa maksud senyuman misteriusmu selama ini? Mengapa kau harus menatapku diam-diam? Mengapa kau harus menjaga bicara dan tingkahmu di depanku? Mengapa kau menjatuhkanku di atas ketinggian? Mengapa harus kau yang kusayangi dalam waktu selama ini? Mengapa harus aku yang merasakan sakit ini sendirian? Mengapa harus kau, yang kucintai dalam diam?