Rabu, 20 November 2013
Mungkin , Aku Terlalu Banyak Berharap
copied from dwitasaridwita
Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu
tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak
lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan
putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong di
hatiku. Tak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu ajaib
dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.
Aku menjadi takut kehilangan kamu. Siksaan datang
bertubi-tubi ketika tubuhmu tidak berada di sampingku. Kamu seperti
mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab yang tak kumengerti sedikitpun. Aku
sulit jauh darimu, aku membutuhkanmu seperti aku butuh udara. Napasku akan
tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mata. Salahkah jika kamu selalu
kunomorsatukan?
Tapi... entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku.
Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapan matamu tak setajam tatapan mataku.
Adakah kesalahan di antara aku dan kamu? Apakah kamu tak merasakan yang juga
aku rasakan?
Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku, karena
kamu memang tak pernah sibuk memikirkanku. Berdosakah jika aku seringkali
menjatuhkan air mata untukmu? Aku selalu kehilangan kamu, dan kamu juga selalu
pergi tanpa meminta izin. Meminta izin? Memangnya aku siapa? Kekasihmu? Bodoh!
Tolol! Hadir dalam mimpimu pun aku sudah bersyukur, apalagi bisa jadi milikmu
seutuhnya. Mungkinkah? Bisakah?
Janjimu terlalu banyak, hingga aku lupa menghitung mana saja
yang belum kamu tepati. Begitu sering kamu menyakiti, tapi kumaafkan lagi
berkali-kali. Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu. Pandanglah aku
yang mencintaimu dengan tulus namun kau hempaskan dengan begitu bulus. Seberapa
tidak pentingkah aku? Apakah aku hanyalah persimpangan jalan yang selalu kau
abaikan – juga kautinggalkan?
Apakah aku tak berharga di matamu? Apakah aku hanyalah
boneka yang selalu ikut aturanmu? Di mana letak hatimu?! Aku tak bisa bicara
banyak, juga tak ingin mengutarakan semua yang terlanjur terjadi. Aku tak berhak
berbicara tentang cinta, jika kauterus tulikan telinga. Aku tak mungkin bisa
berkata rindu, jika berkali-kali kauciptakan jarak yang semakin jauh. Aku tak
bisa apa-apa selain memandangimu dan membawa namamu dalam percakapan panjangku
dengan Tuhan.
Sadarkah jemarimu selalu lukai hatiku? Ingatkah perkataanmu
selalu menghancurleburkan mimpi-mimpiku? Apakah aku tak pantas bahagia
bersamamu? Terlau banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku mencintaimu yang
belum tentu mencintaiku. Aku mengagumimu yang belum tentu paham dengan rasa
kagumku.
Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kauletakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?
Mungkin... semua memang salahku. Yang menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman. Salahkah jika perasaanku bertumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagi teman, tapi juga sebagai seseorang yang bergitu bernilai dalam hidupku.
Namun, semua jauh dari harapku selama ini. Mungkin, memang
aku yang terlalu berharap terlalu banyak. Akulah yang tak menyadari posisiku
dan tak menyadari letakmu yang sengguh jauh dari genggaman tangan. Akulah yang
bodoh. Akulah yang bersalah!
Tenanglah, tak perlu memerhatikanku lagi. Aku terbiasa
tersakiti kok, terutama jika sebabnya kamu. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri.
Dan, kamu pasti tak sadar, aku berbohong jika aku bisa begitu mudah
melupakanmu.
Menjauhlah. Aku ingin dekat-dekat dengan kesepian saja, di
sana lukaku terobati, di sana tak kutemui orang sepertimu, yang berganti-ganti
topeng dengan mudahnya, yang berkata sayang dengan gampangnya.
Rabu, 13 November 2013
Cinta Tiada Ujung
Part I
Kisah Kenzia bermula dari “PASKIBRA”. Kenzo tanpa pesona apapun mengagumi Kenzia
diam-diam sampai suatu hari dia berhasil mencuri hatinya , perhatiannya ,
parahnya semuanya. Kenzia gak pernah nyangka kalau Kenzo akan menjadi sangat
terpenting dalam hidupnya. Kenzo tidak terlalu ganteng (standart) , dia tidak
begitu tinggi , dia mempunyai senyum manis , tatapan mata yang tajam (jadi,kalo
bohong kita gak pernah tahu) , dia sempurna buat Kenzia , dia apa adanya , dia
perokok , dia yang Kenzia mau. Kisah mereka gak berjalan mulus , kisah mereka
makan manis pahitnya , kisah mereka sama seperti kisah lainnya. Kenzia mencari
Kenzo kerumahnya setiap pulang sekolah , karena dia bolos sekolah dan hampir
berjalan berminggu-minggu , hingga akhirnya mereka pun berpisah. Eits , pisah
sekolah maksudnya. Seperti yang kita tahu , mana kuat , mana bisa , mana
sanggup , dan mana tahan sih LDR (Long
Distance Relationship). Tapi di usia mereka yang masih di kategorikan dalam
“cintanya anak smp” ga mungkin banget. Yups , benar. Mereka ga bertahan lama
setelah perselingkuhan antara Kenzo dan Dya terungkap. Belum putus , karena
Kenzia dengan besar hati memaafkan. Tapi , kepercayaannya sudah tidak seperti
semula. Lagi-lagi , gak berselang berapa lama , Kenzo mutusin Kenzia karena si
Kenzo punya gebetan baru. Adek kelasnya yang namanya Cici. Yaudah mereka “END”
gak bener-bener end sih. Tapi sekarang mereka mempunyai pasangannya
masing-masing. Kenzia dengan anak yang selama ini mengaguminya dari jauh.
Sedangkan Kenzo tidak dengan Cici tapi sama “Sahabat”nya dan dia satu sekolah
dengan Kenzia. Gak gila gimana , gak kaget gimana , gak sakit gimana si Kenzia.
Dan si Harum pacarnya Kenzo , fine-fine aja , gak ada rasa sungkan , malu ,
muka dua , kulit badak ke Kenzia. OK , Kenzia gamau ambil pusing , so just let
it flow ! Hampir 2 bulan hubungan Kenzia , tiba-tiba... Kenzo hadir lagi ,
melalui pesan textnya dia curhat tentang hubungannya. Kenzo pengen putus sama
si Harum karena katanya gak ada kecocokan. Tapi , Kenzia malah semangatin Kenzo
untuk bersabar , karena semua butuh proses. Intinya Kenzo berusaha mengambil
hati Kenzia lagi...
-Bersambung-
Selasa, 12 November 2013
"KITA"
Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan , seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan.
Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun.
Cinta ini sudah ditempat yang seharusnya , diruang hatimu dan hatiku.
Aku ingin kau tahu , diam-diam , aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan ; "Aku ingin hari depanku selalu bersamamu"
Aku mencintaimu selalu...
Dan mereka tak perlu tahu...
Langganan:
Komentar (Atom)

















